Showing posts with label Berita-jawa-barat. Show all posts
Showing posts with label Berita-jawa-barat. Show all posts

Tuesday, July 23, 2019

Napi Pemesan Ganja 83 Kg Berselimut Gula Aren Huni Sel Isolasi

Napi Pemesan Ganja 83 Kg Berselimut Gula Aren Huni Sel IsolasiRilis ganja 83 kg di Mapolda Jabar. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Bandung -Lapas Narkotika Banceuy membenarkan salah satu napi berinisial YS alias Opung terlibat dalam masalah ganja berselimut gula aren yang diungkap Polda Jabar. Pihaknya memberi tindakan tegas dengan memasukkan YS ke sel isolasi.

"Begitu kita mendapat informasi, eksklusif kita amankan. Sekarang di sel isolasi blok A," ucap Kepala Pengamanan Lapas Banceuy Eris Ramdan kepada detikcom, Selasa (23/7/2019).


Eris menyampaikan semenjak mendapat informasi tersebut, petugas pun melaksanakan penyisiran di sel yang dihuni oleh Opung. Berdasarkan hasil penyisiran, petugas menemukan satu unit ponsel yang diduga dipakai untuk memesan ganja asal Aceh tersebut.

"Ya kita menemukan satu unit ponsel dari kamarnya. Sudah kita sita langsung," tutur Eris.

Eris menuturkan Opung merupakan pindahan dari Lapas Jelekong. Opung dipindahkan tahun ini dan gres menjalani eksekusi selama 4 bulan dari vonis 4 tahun 6 bulan jawaban masalah narkoba.

Dalam masalah ini, selain Opung, polisi mengungkap ganja juga dipesan oleh TS alias Galing yang mendekam di Lapas Narkotika Jelekong, Kabupaten Bandung.


Keduanya memesan ganja asal Aceh. Ganja lalu dikirim dan diambil oleh VA. Namun ganja pesanan itu tak hingga ke tangan TS dan YS. Polisi lebih dahulu menangkap VA di daerah Cicalengka dikala akan ke gudang penyimpanan.

Saat digeledah, polisi menemukan 4 dus berisi 83 kg ganja. Ganja tersebut dibalut dengan gula aren merah. Tujuannya semoga tidak menjadikan anyir dari daun ganja tersebut.

Sumber detik.com
Read More

Ganja 83 Kg Berselimut Gula Aren Dipesan 2 Napi Lapas Narkotika

Ganja 83 Kg Berselimut Gula Aren Dipesan 2 Napi Lapas NarkotikaRilis ganja 83 kg ganja di Mapolda Jabar. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Bandung -Polisi membongkar praktik peredaran narkotika jenis ganja yang dibalut gula aren. Ganja asal Aceh tersebut ternyata dipesan oleh dua napi dari Lapas Narkotika Jelekong dan Banceuy.

"Ganja ini pesanan siapa? Ada TS alis Galing napi di (Lapas) Jelekong dan YS napi di (Lapas) Banceuy. Makara ini hasil koordinasi kita dengan Lapas Jelekong dan Banceuy," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (23/7/2019).


Menurut Truno kedua napi tersebut memesan eksklusif ke seorang bandar di Aceh. Barang lantas dikirimkan ke Bandung dan dibawa oleh VA.

VA lantas membawa barang tersebut menuju Cicalengka ke sebuah kawasan yang dipakai sebagai gudang sementara pada Kamis (11/7) lalu. Namun belum hingga ke gudang, personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar yang dipimpin Komisaris Besar Enggar Pareanom berhasil menangkap VA di pinggir jalan.

Saat digeledah, di dalam kendaraan beroda empat VA ditemukan tumpukan 4 buah kardus yang berisi 83 kg ganja. VA memanipulasi dengan memasukkan gula aren merah ke setiap dus semoga busuk ganja tak tercium.

"Jadi VA ini yang membawa, kemudian ada yang memesan napi Jelekong dan Banceuy," kata Enggar.

"Pesanannya belum hingga ke lapas alasannya kita sudah menangkap terlebih dahulu," kata Enggar menambahkan.


Polisi ketika ini tengah menyebarkan kasus tersebut. Termasuk menilik bagaimana cara dua napi memesan ganja tersebut.

Sementara terhadap pelaku, polisi menjerat dengan Pasal 132 ayat 1, Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 11 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009. Ancaman eksekusi maksimal 20 tahun penjara.

Sumber detik.com
Read More

Amelia Yang Tewas Di Tepi Sawah Sukabumi Dikenal Berprestasi

Amelia yang Tewas di Tepi Sawah Sukabumi Dikenal Berprestasi Amelia Ulfah Supandi (tengah) bersama kedua orang tuanya. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Cianjur - Duka menyelimuti keluarga Amelia Ulfah Supandi (22). Jasad Amelia sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum yang berlokasi tidak jauh dari rumah orang tuanya, Selasa (23/7/2019) pagi.

Banyak warga, sahabat dan kerabat yang melayat. Mereka tidak percaya perempuan lulusan D3 IPB itu tewas dengan kondisi mengenaskan di tepi sawah, daerah Cibereum, Sukabumi, Jawa Barat. Amelia yaitu putri sulung dari pasangan Endang Supendi (52) dan Masriah (40).

"Saat pemakaman tadi tiba sahabat dan gurunya selama di sekolah. Mungkin alasannya beliau dikenal dengan prestasi sehingga banyak yang melayat ke rumah dan ikut dalam pemakaman," ujar Endang kepada detikcom di rumah duka, Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.


Endang menjelaskan putrinya itu merupakan siswi berprestasi semenjak menempuh MAN Cianjur. Peringkat di kelas sudah niscaya diraih setiap tahunnya, bahkan banyak piagam penghargaan yang Amel raih.

Hal itu pula yang menciptakan Amelia masuk IPB tanpa tes atau melalui jalur undangan. Dia pun lulus D3 IPB dengan lancar. "Dia ambil jurusan pertanian, tapi lebih ke Teknologi Industri Benih (TIB). Itu sudah jadi pilihannya semenjak kelas 3 di MAN Cianjur," tuturnya.

Sosok Amelia yang Tewas di Sukabumi Dikenal Beprestasi Endang Supendi mengatakan foto Amelia Ulfah Supandi (tengah). (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Selepas D3, Amelia berencana melanjutkan kuliah S1 di Universitas Djuanda Bogor (keterangan sebelumnya melanjutkan ke IPB) dengan jurusan yang sama.

"Kemarin ke Bogor itu untuk daftar ke Universitas Juanda. Sambil nunggu pendaftaran, beliau bekerja di industri sepatu di Cianjur. Tapi ternyata sehabis berangkat ke Bogor, beliau ditemukan meninggal dunia di Sukabumi," tutur Supendi.


Keluarga mengaku menerima kabar dari Amel menjelang Maghrib. Saat itu beliau mengaku dalam perjalanan dari Ciawi dan berlanjut naik angkutan umum ke Cianjur.

"Setelah itu tidak ada komunikasi lagi, bahkan hingga subuh pun tidak ada balasan. Tapi sempat balas ke sahabat sewaktu kos di Bogor, ketika ditanya sudah hingga mana, Amel jawab sebentar lagi sampai," ujar Endang.

Dari kebiasaan sebelumnya dikala menempuh D3 di IPB, Amel berangkat dari Bogor sekitar pukul 19.00 WIB atau pukul 20.00 WIB. Dia akan tiba di Cianjur pada pukul 22.00 WIB. Kemudian Amel akan menghubungi keluarga untuk dijemput di halte bus daerah Pasar Muka atau Asten.

"Seharusnya jikalau jam segitu membalas ke temannya, berarti sudah dekat. Paling dari Cugenang atau sudah hampir tiba Asten. Tapi ternyata sehabis itu tidak ada kabar, dan kesudahannya ditemukan meninggal di Sukabumi," tutur Endang


Zulkarnain Diciduk Polisi Usai Culik dan Perkosa Siswi SMA:

[Gambas:Video 20detik]





Sumber detik.com
Read More

Polda Jabar Tangkap Laki-Laki Pengedar Ganja 83 Kg Berselimut Gula Aren

Polda Jabar Tangkap Pria Pengedar Ganja 83 Kg Berselimut Gula ArenPolda Jabar ungkap peredaran ganja 83 kg dengan modus diselimuti gula aren. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Bandung -Polisi membongkar praktik peredaran narkotika jenis ganja asal Aceh. Pelaku membawa ganja tersebut dengan cara dibalut gula aren.

Kasus itu terungkap dikala personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar yang dipimpin Komisaris Besar Enggar Pareanom menangkap seorang laki-laki berinisial VA pada Kamis (11/7) lalu. Dia ditangkap di pinggir jalan daerah Cicalengka dikala membawa ganja asal Aceh memakai kendaraan beroda empat pribadi.

"Kita temukan yang bersangkutan membawa 83 kilogram ganja yang merupakan jaringan Aceh-Sumatera. Rencananya akan dibawa ke Cicalengka ke sebuah rumah yang dijadikan gudang untuk menaruh barangnya sementara," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (23/7/2019).


Truno menyampaikan dikala digeledah, VA mengelabui petugas. Puluhan kilogram ganja tersebut disimpan di dalam 4 kardus berukuran cukup besar.

Selain itu, guna menyembunyikan ganja tersebut, VA memasukkan gula aren merah ke setiap dusnya. Total ada 10 kilogram gula merah yang dimasukkan ke dalam 4 dus tersebut.

"Tujuannya memasukkan gula aren ini semoga menutupi baunya. Karena kan daun ganja ini baru, jadi pakai gula aren," tuturnya.

Polda Jabar Tangkap Pria Pembawa Ganja 83 Kg 'Berselimut' Gula ArenFoto: Dony Indra Ramadhan
Truno menyampaikan ganja dari Aceh tersebut memang bertujuan untuk diedarkan di Jawa Barat. Sebelum beredar, ganja disimpan terlebih dahulu di Cicalengka.

"Memang asalnya dari Aceh tujuannya ke Jawa Barat. Ini masih dikembangkan terus untuk menangkap pelaku lainnya," kata Truno.

Sumber detik.com
Read More

Petugas Gunakan Drum Isi Air Untuk Penyelamatan Bangkai Cessna

Petugas Gunakan Drum Isi Air untuk Evakuasi Bangkai CessnaProses penyelamatan bangkai pesawat Cessna. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)

Indramayu -Petugas tengah mengevakuasi bangkai pesawat bimbing jenis Cessna yang jatuh di Sungai Rambatan Cimanuk, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Petugas menerjunkan tim penyelam untuk membantu proses penyelamatan bangkai pesawat bernomor pendaftaran PK-WUG Cessna 172 itu.

Koordinator Tim Penyelam Ditpolairud Polda Jabar Bripka Ahmad Musoleh sudah menciptakan skema awal untuk mengangkat bangkai pesawat itu. Rencananya, petugas memakai beberapa drum plastik berkapasitas 200 liter.

"Kita sudah letakkan lima drum berisi air di tubuh pesawat, rencana nanti ada beberapa drum tambahan. Nanti drum itu akan kita tembakan udara melalui kompresor," kata Ahmad ketika berbincang dengan detikcom di lokasi kejadian, Selasa (23/7/2019).


Lima drum yang sudah ditempelkan di empat bab pesawat, yaitu dua drum diletakkan di sayap, kemudian dua drum di ekor pesawat, dan satu drum di depan pesawat.

"Nanti penyelam tembakan udara, air dalam drum akan keluar digantikan udara. Drum ini membantu pesawat muncul ke permukaan," tutur Ahmad.

Ia menjelaskan sebelum meletakkan lima drum di pesawat, pihaknya telah membuka pengunci materi bakar pesawat. "Avturnya sudah kita keluarkan. Ini kita mulai sesudah avtur sudah keluar semua," ujar Ahmad.

Selain itu, petugas juga menerjunkan alat berat untuk memperlancar proses evakuasi.


Pesawat bimbing Cessna milik anak perusahaan Lion Air jatuh di Sungai Rambatan Cimanuk, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (22/7). Pesawat tersebut diawaki dua siswa penerbangan yaitu Arthur Arfa dan Muhammad Salman Alfarisi.

Arthur selamat dalam bencana nahas itu. Sedangkan Salman meninggal.


Duka Keluarga Salman di Pasuruan, Korban Jatuhnya Pesawat Cessna:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Cessna Jatuh di Indramayu, Calon Pilot Salman Ditemukan Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]


Sumber detik.com
Read More

Tim Sar Sempat Bikin Arus Sebelum Jasad Salman Mengambang

Tim SAR Sempat Bikin Arus Sebelum Jasad Salman MengambangProses pencarian satu awak pesawat Cessna di Indramayu. (Foto: Dedhez Anggara/Antara Foto)

Indramayu -Tim SAR adonan sudah menemukan jasad Muhammad Salman Alfarisi, siswa AAA Pilot School Cirebon, yang menjadi korban kejadian jatuhnya pesawat didik jenis Cessna di Sungai Rambatan Cimanuk, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jasad Salman ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi posisi pesawat jatuh.


Tim SAR adonan bersama penyelam sengaja menciptakan jasad Salman mengambang dengan menciptakan putaran arus besar di sekitar bangkai pesawat.

"Tadi pagi kita sapu dulu di sekitar lokasi kejadian. Kita menciptakan arus, termasuk bahtera karet yang memutar-mutar di lokasi pesawat jatuh," kata Koordinator Tim Penyelam Ditpolairud Polda Jabar Bripka Ahmad Musoleh ketika berbincang dengan detikcom di daerah kejadian, Selasa (23/7/2019).

Ahmad menuturkan tak usang sesudah tim SAR adonan menyapu gelombang dengan menciptakan arua besar di sekitar pesawat, jasad Salman muncul ke permukaan.

"Kami tadi sapu dari bawah. Korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi pesawat jatuh," ucapnya.


Ia menyebut tim SAR sempat terkendala ketika proses pencarian korban. Menurut Ahmad kondisi visibilitas di sungai tersebut minim.

"Jarak pandangnya cuma lima sentimeter. Kemudian airnya juga bercampur dengan materi bakar pesawat, paling itu saja tadi kendalanya," tutur Ahmad.

Saat proses pencarian Salman pagi tadi, Ahmad dan timnya menerjunkan enam anggota penyelam. Selain itu, ikut bergabung dua penyelam dari Brimob dan masyarakat setempat.


Duka Keluarga Salman di Pasuruan, Korban Jatuhnya Pesawat Cessna:

[Gambas:Video 20detik]





Sumber detik.com
Read More

Tahun Depan Dukungan Dana Desa Dari Pemprov Jabar Jadi Rp 200 Juta

Tahun Depan Bantuan Dana Desa dari Pemprov Jabar Makara Rp 200 JutaKepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jabar Dedi Sopandi. (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)

Bandung -Pemprov Jabar akan menaikkan besaran proteksi keuangan desa dari sebelumnya Rp 127 juta menjadi Rp 200 juta di tahun 2020. Suntikan dana ini untuk menggenjot pembangunan dan SDM desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jabar Dedi Sopandi menyampaikan proteksi keuangan bagi 5.312 desa mengalami peningkatan setiap tahunnya. Besaran dana dikucurkan merata.

"Tahun 2018 adalah Rp 115 juta, tahun 2019 Rp 127 juta. Untuk tahun 2020 proteksi keuangan desa ini naik menjadi Rp 200 juta," kata Dedi di tempat Batununggal, Kota Bandung, Selasa (23/7/2019).


Menurutnya rencana kenaikan dana proteksi keuangan desa tersebut mengacu pada hasil penilaian tahun ini. Meskipun, peruntukan dana tersebut masih sama dengan tahun ini.

"Peruntukannya sama yakni untuk infrastruktur, lingkungan, kegiatan Sapa Warga dan juga kenaikan tunjangan aparatur desa," katanya.

Ia menuturkan tahun 2020 diperkirakan desa di Jabar rata-rata akan mendapat dana Rp 1,2 miliar yang berasal dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dari sebelumnya hanya Rp 900 juta.

"Setiap desa ada yang sanggup Rp 600 juta, ada yang Rp 900 juta, ada juga yang Rp 1,3 miliar. Kalau dihitung, rata-rata satu desa itu mendapat kurang lebih Rp 900 juta. Makara jikalau ditambah dana proteksi keuangan pemerintah provinsi nanti, itu bisa dipastikan satu desa ini rata-rata berkisar Rp 1,2 miliar," ucapnya.


Ia berharap aparatur desa bisa mengoptimalkan penggunaan dana desa yang jumlahnya cukup besar itu. Tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur, namun juga peningkatan kualitas SDM.

"Misalnya untuk penanganan stunting atau ancaman narkoba," ujar Dedi.


Jokowi Minta Korpri Awasi Dana Desa Sampai Makara Barang:

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com
Read More