Tuesday, July 23, 2019

Ketua Dewan Pers Bicara Tantangan Media Hadapi Revolusi Industri 4.0

Ketua Dewan Pers Bicara Tantangan Media Hadapi Revolusi Industri 4.0Ketua Dewan Pers, M Nuh (Foto: Zakia/detikcom)

Jakarta -Revolusi Industri 4.0 terus menjadi tantangan untuk banyak sekali pihak, salah satunya industri media. Ketua Dewan Pers, M Nuh menyampaikan perubahan menjadi kunci semoga media bisa bertahan dalam perkembangan Revolusi Industri 4.0.

"Kata kuncinya ialah perubahan. Perubahan kini lebih cepat. Sejak dulu kala sudah ada perubahan, yang membedakannya kini itu lebih cepat. Life of circle-nya lebih pendek. Orang harus berpikir lebih cepat lagi," kata Nuh dalam program 'Bisnis Media pada Revolusi Industri 4.0' di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019).

"Siapapun yang nggak mau berubah, ya selesai. Ke depan itu perubahan itu mengarah ke technology savvy. Teknologi itu sudah menempel empirik dalam diri seseorang. Sehingga apapun yang kita berikan, tidak ada konten atau tidak ada bacin teknologinya, ya akan ditinggal," imbuh dia.



Tak hanya itu, berdasarkan Nuh, untuk bertahan di perkembangan zaman yang semakin maju, pelaku media harus memegang teguh tiga aturan yang ada. Pertama, aturan Moore.

"Orang elektronik ini niscaya tahu Pak Moore ini. bila kita pernah kuliah di elektro, terutama elektronik, mesti kenal dengan bukunya Pak Moore. sebab Pak Moore itu penemu digital elektronik, yang beliau bilang, setiap 1,5 tahun ada percepatan yang berubah dua kali lipat dengan harga yang sama. Artinya, filosofinya, bila kita mau comply dengan zaman sekarang, ya kecepatan. Kecepatan dalam mengambil keputusan, kecepatan dalam perubahan dan seterusnya," tuturnya.

Kedua, aturan McClave yang menekankan mengenai pentingnya jaringan. Menurut Nuh, jaringan, baik jaringan fisik maupun jaringan fungsional, sanggup dimanfaatkan untuk bersinergi satu sama lain.

"Yang kedua itu, aturan McClave. Kalau mau comply di jaman sekarang, kata kuncinya ialah jaringan. Bukan hanya fisik tapi juga jaringan fungsi. Melalui jaringan ini kita bisa sharing ekonomi dan bersinergi. Ini juga implementasi dari falsafat, untuk menikmati tapi tidak harus memiliki," kata Nuh.



Terakhir ialah aturan Coase yang menekankan soal pentingnya administrasi pembiayaan. Nuh berpendapat, hal ini penting sebab menyokong produktivitas dan efektivitas di periode serba cepat menyerupai kini ini.

"Yang ketiga, aturan Coase, beliau ialah peserta hadiah Nobel. Kata kuncinya di sini ialah cost. Siapa yang tidak bisa me-manage cost, baik dari pihak managemen atau apapun, maka tidak akan jadi winner. Karena ini bersaing dari sisi produktivitas dan efektivitas," pungkasnya.

Sumber detik.com


EmoticonEmoticon