Foto: Ristu Hanafi/detikcomSleman -Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh sowan ke kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif di Sleman, Daerah spesial Yogyakarta (DIY). Selain menjenguk Buya yang gres pulang dari rumah sakit, Paloh juga berbincang sejumlah hal, salah satunya kondisi bangsa dikala ini.
"Saya tanya bagaimana kondisi Buya, sehat, sudah aktivitas. Saya katakan, 'bagaimana perasaan hati nengok perjalanan hidup kebangsaan ini?', Buya bilang 'saya galau'. Saya ikut Buya, 'saya juga galau'," kata Paloh menirukan perbincangannya dengan Buya Syafii, Selasa (30/7/2019) sore.
"Tapi bukan berarti kami pesimis, kiprah kami, saya ambil kopi dari pikiran-pikiran beliau. Tetap optimisme harus terjaga, tapi objektivitas itu tak boleh dimanipulatif, fakta dan realita yang ada," lanjutnya.
Baca juga: Surya Paloh Sowan Buya Syafii Maarif |
Surya Paloh mengatakan, usaha bangsa semakin berat.
Paloh mengaku dia menimba banyak ilmu dari Buya Syafii. Di matanya, sosok Buya erat dengan semua pihak. Bukan hanya yang bersimpati dengan dirinya, tapi juga yang antipati.
"Beliau sudah final dengan problem dirinya. Istilah saya selalu mengajar kepada adik-adik saya, jika mau maju, harus dapat mulai melatih dirimu untuk mentertawakan kebodohanmu. Buya melatih, kolumnis, pemikir, semuanya," kata Paloh.
Baca juga: Ini Pesan Buya Syafii ke Surya Paloh |
Atas kekagumannya kepada Buya Syafii, dia pun berseloroh bahwa Buya pantas sebagai Ketum Partai NasDem.
"Seandainya Buya dapat diputar umurnya lebih muda aja dikit, saya bilang pantesnya ketua umum Partai NasDem," imbuhnya sambil tertawa berbarengan dengan Buya Syafii.
Simak Juga 'Buya Syafii Ingin Mengembalikan Kiblat Bangsa':
Sumber detik.com
EmoticonEmoticon