drg Romi Sofpa Ismael di LBH Padang Padang -drg Romi Syofpa Ismael mengaku sangat tersakiti oleh keputusan peniadaan dirinya sebagai salah seorang CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat. Meski lulus tes dengan menempati ranking 1, namun statusnya dibatalkan alasannya alasan kesehatan dan disabilitas.
"Tentu saja ini sangat menyakitkan. Saya bukan hanya mengalami penderitaan fisik, namun juga psikis," kata drg Romi kepada detikcom di Kantor LBH Padang, Selasa (23/7/2019).
Ia mengaku masih sulit untuk mendapatkan "penolakan" dan peniadaan menyerupai itu, alasannya statusnya yang lulus dari semua jenis tes yang dijalani dikala melamar menjadi CPNS.
"Saya berhasil berkompetisi. Lulus melalui proses empat tahap seleksi dan telah melaksanakan investigasi kesehatan di Padang dan Pekanbaru. Seluruh pemberkasan sudah selesai, lengkap dan diserahkan kepada BKD Solok Selatan, namun tiba-tiba pemberkasan saya (ternyata) tidak diusulkan dan berkas saya tidak dikirim ke BKN, hingga pada 18 Maret keluar surat peniadaan saya sebagai CPNS," kata dia.
Romi ikut tes CPNS jalur umum pada deretan dokter gigi yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan tahun 2018 lalu.
"Kenapa jalur umum, alasannya tidak ada jalur disabilitas waktu itu," terperinci dia.
"Saya sudah menerima surat analisis layak kerja dari dokter seorang mahir okupasi. Sebenarnya itu masalahnya tidak ada masalah. Sudah saya lengkapi semua, tapi tiba-tiba ada peniadaan menyerupai itu," tambah Romi.
Ihwal sakit yang dialaminya, Romi mengaku mengalami paraplegia yang memaksanya harus memakai dingklik roda dikala melahirkan anak kedua. Dia sendiri menjadi menjadi dokter pada kegiatan PTT Kemenkes semenjak 2015 dalam kondisi sehat. Ia ditempatkan pada Puskesmas Talunan, sebuah tempat terisolir dan sangat terpencil.
"2016, dikala melahirkan anak kedua, saya mengalami paraplegia. Namun saya tetap bertugas menyerupai biasa dengan kondisi yang berbeda, ialah memakai dingklik roda. Walaupun di dingklik roda, namun pelayanan di Puskesmas tidak terganggu. Saya juga tidak merasa terganggu," kata Romi.
Romi dibantu tim dari LBH Padang sekarang menggugat Bupati Solok Selatan. Upaya aturan dilakukan untuk memperjuangkan haknya yang telah dirampas sebagai warga negara, sekaligus penyandang disabilitas.
Sumber detik.com
EmoticonEmoticon