Polres Tangsel mengenalkan tertib lalin ke anak melalui permainan ular tangga. (Adhi Indra Prasetya/detikcom)Tangerang Selatan -Satlantas Polres Tangerang Selatan menawarkan alat permainan edukatif kepada bawah umur di Sekolah Tunas Indonesia, Tangerang Selatan. Alat permainan edukatif berupa boardgame ular tangga itu diberikan dalam rangka memeringati Hari Anak Nasional, yang jatuh pada 23 Juli.
"Kami menawarkan permainan berupa satu set ular tangga tertib kemudian lintas, tujuannya supaya pertama, menghibur anak anak; kedua, mengedukasi bawah umur biar dari usia dini sanggup berkenalan dengan peraturan kemudian lintas, apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam berlalu lintas," ujar Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan AKP Lalu Hedwin dikala ditemui di lokasi, Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (23/7/2019).
Baca juga: Polisi di Tangsel Ajak Bersatu Lewat Lagu |
Lalu, klarifikasi tentang boardgame permainan ular tangga itu diberikan dengan tujuan mengenalkan hukum dan rambu kemudian lintas kepada anak. Selain itu, Hedwin menyampaikan program ini bertujuan biar bawah umur lebih dekat dan tidak takut kepada pihak kepolisian.
"Permainan ular tangga tertib kemudian lintas ini bantu-membantu sama halnya dengan ular tangga biasa, namun poinnya kita ubah dengan nilai-nilai dalam berlalu lintas. Misalnya beliau sanggup kotak tertib dalam berlalu lintas, maka akan mendapat penghargaan naik tangga, jikalau mendapat keterangan melanggar kemudian lintas, maka beliau akan turun," kata Lalu.
"Tadi sewaktu saya tiba ada orang bau tanah murid yang bertanya 'ada kasus apa, Pak?'. Kaprikornus kami juga mengadakan aktivitas ini untuk menghilangkan kesan bawah umur takut kepada kepolisian. Kami juga sobat anak-anak, dan kami juga ingin menumbuhkan budaya tertib kemudian lintas semenjak usia dini kepada bawah umur sekolah," imbuh dia.
Kepala SD Tunas Indonesia Ade Rosma Manaluh pun mengapresiasi kampanye yang dilakukan Polres Tangerang. Menurut dia, permainan ini sanggup mendidik anak untuk tidak bergantung pada permainan elektronik.
"Karena aktivitas ini bawah umur juga menjadi bahagia ya, tahu hukum kemudian lintas, rambu-rambunya, jadi semenjak dini mereka mematuhi peraturan kemudian lintas. Mereka juga mendapat permainan yang natural, jauh lebih baik daripada gadget," ujar Ade.
"Mereka jadi tahu cara bermain ular tangga ini dan mereka tahu setiap step itu ada aturan, reward-nya. Kami bersyukur atas kunjungan ini, semoga anak Indonesia semakin maju dan mempunyai potensi yang besar untuk membangun negara ini," sambung Ade.
Pantauan detikcom, program ini dimulai dengan penyerahan simbolis berupa satu set permainan ular tangga tertib kemudian lintas dan buku panduan tertib kemudian lintas dari AKP Hedwin kepada Ade selaku kepala sekolah serta dua perwakilan siswa Sekolah Tunas Indonesia. Setelah itu, program dilanjutkan dengan bermain ular tangga bersama yang dilakukan di lapangan basket Sekolah Tunas Indonesia.
Acara ini diikuti 90 murid, yang terdiri dari kelompok Taman Kanak-kanak B, kelas I SD, dan kelas II SD. Selain itu, hadir para guru Sekolah Tunas Indonesia untuk mendampingi para Polantas yang memandu permainan. Acara diakhiri dengan bawah umur Sekolah Tunas Indonesia menyanyikan lagu 'Laskar Pelangi'.
Sumber detik.com
EmoticonEmoticon