Friday, June 28, 2019

Rekor Politik Joko Widodo Yang Tak Terkalahkan Dalam Setiap Pemilu

Rekor Politik Jokowi yang Tak Terkalahkan dalam Setiap PemiluJokowi (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Jakarta -Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilpres 2019 mengukuhkan kemenangan pasangan capres Joko Widodo (Jokowi) dan cawapres Ma'ruf Amin. Kemenangan ini juga menandai rekor politik Jokowi yang tak pernah kalah dalam setiap pemilu.

Dirangkum detikcom, Jumat (28/6/2019), Jokowi merupakan seorang politikus PDIP dengan latar belakang pengusaha mebel. Usaha mebel itu ditekuni Jokowi setelah menerima bekal ilmu selama kuliah di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM).



Kegigihan Jokowi dalam menjalankan bisnis mebel menciptakan usahanya semakin besar. Jokowi lalu menikah dengan Iriana di Solo pada 24 Desember 1986. Dari pernikahannya itu, Jokowi dikaruniai tiga orang anak yaitu Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.

Jokowi memulai karir politiknya sebagai Wali Kota Solo pada 2005. Jokowi maju bersama Fx Hadi Rudyatmo dengan diusung oleh PDIP dan PKB.



Gaya kepemimpinannya mulai menjadi perhatian publik. Jokowi dikala itu disebut-sebut sebagai eksklusif yang sederhana.

Karir politiknya makin moncer kala Jokowi kembali terpilih sebagai wali kota di pemilihan kepala tempat tahun 2010. Di kala kepemimpinannya, Jokowi kerap mengadakan acara program nasional dan internasional di Solo.



Jokowi juga dinobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia versi Yayasan Wali Kota Sedunia (The City Mayors Foundation) pada 2013. Jokowi dianggap telah membentuk gambaran kota Solo sebagai kota seni budaya hingga sanggup menarik wisatawan datang.

Dinilai sukses sebagai Wali Kota Solo, Jokowi dilirik sejumlah elite politik nasional untuk maju di Pilgub DKI 2012. Jokowi yang dikala itu berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) berhasil mengalahkan petahana Fauzi Bowo. Jokowi-Ahok terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

Belum genap menjabat sebagai gubernur, Jokowi didorong untuk berlaga di Pilpres 2014. Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) berhasil memenangkan kontestasi politik tersebut.



Jokowi berterimakasih atas mandat yang diberikan rakyat. Dia juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada sang rival, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

"Kemenangan ini ialah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Saya berharap, kemenangan rakyat ini akan melapangkan jalan untuk mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan," kata Jokowi dikala memberikan pidato kemenangan di atas kapal phinisi.

Lima tahun berselang, Jokowi kembali berhadapan dengan Prabowo Subianto. Bedanya, Jokowi kali ini berpasangan dengan Ma'ruf Amin. Sedangkan Prabowo menggandeng eks Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno.



Proses rekapitulasi bunyi Pilpres 2019 yang dilakukan KPU memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan perolehan 85.607.362 suara, sementara Prabowo-Sandiaga 68.650.239 suara.

Prabowo-Sandiaga lalu mengajukan somasi ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas penetapan hasil rekapitulasi bunyi tersebut. Namun MK menolak seluruh permohonana somasi Prabowo-Sandiaga.

"Mengadili, menyatakan, dalam eksepsi menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan: menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya," ujar Ketua MK Anwar Usman membacakan amar putusan dalam sidang somasi hasil pilpres di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Jokowi mengajak seluruh bangsa Indonesia kembali bersatu setelah Pilrpes 2019. Dia ingin Indonesia menjadi bangsa yang maju.

"Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu kembali, tolong-menolong membangun Indonesia, tolong-menolong memajukan Indonesia, tanah air Indonesia," kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (27/6/2019).

Jokowi mengatakan, sekarang tak ada lagi 01 dan 02. Yang ada ialah persatuan Indonesia.

"Tidak ada lagi 01 dan 02. Yang ada persatuan Indonesia. Walau pilihan politik berbeda, kita harus saling menghargai. Walaupun pilihan politik kita berbeda, kita harus saling menghormati. Walaupun pilihan politik kita berbeda pada dikala pilpres, kita harus sampaikan presiden-wakil presiden terpilih ialah presiden bagi seluruh bangsa, bagi seluruh rakyat Indonesia," tutur Jokowi.

Atas putusan MK itu, KPU akan menetapkan Jokowi-Ma'ruf sebagai capres dan cawapres terpilih pada Minggu 30 Juni 2019. Selanjutnya Jokowi-Ma'ruf akan dilantik pada Oktober mendatang.

"Tindak lanjut setelah putusan, pertama, kami akan lakukan rapat pleno terbuka penetapan pasangan terpilih pada Minggu, 30 Juni 2019, di kantor KPU pukul 15.30 WIB, rangkaian program pukul 15.30 WIB. Kalau tak ada halangan, pukul 17.00 WIB akan selesai," ucap Ketua KPU Arief Budiman kepada wartawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).




Simak Juga 'Pilpres 2019 Sudah Final, Saatnya Jokowi-Prabowo Berangkulan':

[Gambas:Video 20detik]



Rekor Politik Jokowi yang Tak Terkalahkan dalam Setiap Pemilu


Sumber detik.com


EmoticonEmoticon