Foto: Usman Hadi/detikcomYogyakarta -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyebut penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi bertujuan untuk menghapus label sekolah favorit.
"Iya (PPDB menghapus label sekolah favorit), yang favorit itu harus anak. Kaprikornus setiap sekolah, semua sekolah nanti harus bagus, harus favorit, standar pelayanan minimum harus terpenuhi," kata Muhadjir di Kantor PP Muhammadiyah Yogya, Kamis (30/5/2019).
Muhadjir menyadari setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah termasuk PPDB niscaya menerima saingan dari beberapa pihak. Seperti saingan dari wali murid yang khawatir anaknya tidak akan kompetitif di sekolah tempatnya belajar.
"Kompetisi itu masih tetap hidup. Tapi nanti tidak sekolah yang menjadi ukuran, bukan sekolah favorit, tapi di setiap sekolah harus ada anak favorit yang memang bisa berkompetisi. Kaprikornus kompetisi dimungkinkan, tapi tidak sekolahnya, tapi individu masing-masing anak," tuturnya.
"Jadi percayalah kalau anak itu memang cerdas, di sekolah manapun ia akan tetap cerdas, ia tetap akan pintar. Justru ia bisa berkembang, mempengaruhi teman-teman sekitarnya yang tidak cerdas. Kaprikornus itu bab dari proses," sambungnya.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini justru menilai jikalau label sekolah favorit dipertahankan, maka akan menjadi duduk masalah tersendiri terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Misalnya akan ada kastanisasi di setiap jenjang sekolah.
"Kalau sudah terjadi kastanisasi, ada sekolah favorit, ada sekolah buangan, dan ini lah kiprah negara untuk menghilangkan alasannya yaitu itu bertentangan dengan rasa keadilan. Kaprikornus kalau ada yang komplain itu pasti, padahal ini juga sudah kita antisipasi," pungkasnya.
Sumber detik.com
EmoticonEmoticon